Thursday, March 19, 2020

Dampak Virus Corona pada bisnis Jual beli Properti serta langkah antisipasinya


Virus Corona saat ini sedang jadi Momok yang menakutkan bagi sebagian Orang. Efek yang ditimbulkannya tak tanggungtanggung, bagi yang terpapar Virus tersebut, bisa masuk karatina bahkan  dilaporkan sudah ada yg meninggal. Tanggal 19 Maret 2020  menurut berita sudah 22 Nyawa warga indonesia yang terenggut..12 diantaranya warga jakarta.
Pemerintah,dalam hal ini kemetenrian kesehatan sudah memberikan himbauan bagi daerah terdampak virus Corona untuk mengurangi aktivitas diluar rumah. Dan hanya keluar rumah hanya untuk hal hal yang dianggap sangat penting. Penutupan sekolah dan pelarangan acara yang banyak mengundang kehadiran massa dalam jumlah banyakpun sudah dilarang untuk diadakan. Dampaknya sudah tentu aktifitas warga terhenti,begitu juga dengan Roda bisnis pada banyak Sektor. Seperti Kuliner dan bisnis lainnya.


Lalu bagaimana Dampaknya bagi bisnis jual beli Properti?

Pada tahun 2014 bisnis properti memang sudah mengalami Trend penurunan Cukup dalam. Hampir 30 persen. yang pada akhirnya pada sektor ini mengalami perlambatan pertumbuhan. Naiknya harga baja dan bahan baku lainnya dirasakan tak seimbang dengan daya beli masyarakat yang juga mengalami penurunan. Gairah Investasi sudah tentu menurun,orang tidak lagi melihat Properti sebagai salah pilihan Investasi yang seksi. Minat beli pada sekstor properti lebih banyak didominasi pada kebutuhan,bukan Investasi. Namun bukan berarti tidak ada yang berinvestasi pada Sektor properti namun volumennya menurut. para Investor lebih melirik Investasi Logam mulia. Data terakhit pada 20 Maret 2020 harga emas sudah mencapai harga tertinggi nya yaitu 840 Ribu/Gram.
Hal ini sangat dirasakan wajar karena adanya Migrasi (perpindahan) Investor pada sektor satu ini. Belum lagi memang Logam mulia lebih Liquid (mudah cairkan) dibanding Sektor Properti. 

Dalam bebarapa Bulan kedepan bisa dipastikan sektor properti mengalami perlambatan dengan adanya wabah virus Corona ini. Para pencari Rumah sudah tentu menunggu situasi membaik. mereka banyak yang milih mengurangi berinteraksi banyak orang dengan tujuan menghindari tertularnya virus Corona. Walaupn ada antisipasi dari beberapa developer dan Agen Properti yang mensiasati interaksi dengan tidak bersalaman dengan ucapan maaf sebelumnya untuk menghindari penyebaran virus corona pada para Calon investor atau pencari Rumah. Namun sudah dapat dipastikan langkah paling aman adalah tidak keluar rumah atau menghindari berinteraksi dengan orang banyak dahulu untuk bebarapa saat.

Lalu bagaimana untuk langkah langkah yang harus diambil untuk mesiasati ini semua jika pertemuan memang harus dilukan dan tidak bisa dihindari?

Ada bebarapa hal yang masih mungkin bisa dilakukan.

1. Jika memang mengharuskan bertemu dengan calon pembeli atau dengan  Investor,pergunakanlah Masker Dan Hansglove (sarung Tangan berbahan dasar karet) . Untuk Masker mungkin saat ini sulit dicari,tapi Untuk Sarung tangan sepertinya masih mudah ditemukan. masker jika memang sulit ditemukan anda bisa mengunakan Sapu tangan yang ukurannya cukup besar untuk diikatkan pada bagian belakang kepala.















atau anda anda bisa membuatnya masker buatan anda sendiri dengan bahan dasar tisue dan karet gelang


2. Meminta maaf sebelum bertemu dengan penjelasan jika memang nanti pertemuan dirasa tidak seperti biasa, (melalui telpon atau WHatsap). Sampaikan bahwa tujuan ini kita lakukan demi keamanan mereka. Pergunakan kata yang halus dan sopan.


3. Jaga Jarak Bicara anda dengan Klien sejauh 1 Meter (Sosial Distancing) lebih jauh lebih bagus untuk mendapatkan jarak aman minimal kurang lebih 2 meter.


Dengan 3 Langkah tersebut semoga bisa menhindari dampak penyebaran Virus corona lebih parah dan sehingga  ekonomi keluargapun terselamatkan.

Happy Selling...












No comments:

Post a Comment